Sabtu, 15 Desember 2012

Kepemimpinan (Leadership)

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)


A. PENGERTIAN KEPEMIMPINAN DAN CIRI-CIRINYA.

 Kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan dari seseorang (yaitu pemimpin atau leader) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya). Sehingga orang tersebut bertingkah laku sebagaimana yang dikehendaki pemimpiin tersebut.
Kepemimpinan ada yang bersifat resmi (formal leadership) yaitu kepemimpinan yang terdapat di dalam suatu jabatan, dan ada pula kepemimpinan karena pengakuan dari masyarakat dan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Suatu perbedaan antara kepemimpinan yang resmi dengan yang tidak resmi (informal leadership) adalah: Kepemimpinan yang resmi berada diatas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi, sehingga dengan demikian daya cakupnya agak terbatas. Kepemimpinan tidak resmi, mempunyai ruang lingkup tanpa batas-batas resmi, oleh karena itu Kepemimpinan tersebut didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat.

I. Apakah kepemimpinan itu
Ada beberapa definisi tentang kepemimpinan yang satu sama lain dapat saling melengkapi:

1. Menurut Boring, Langeved dan Weld:
“Kepemimpinan adalah hubungan dari individu terhadap bentuk suatu kelompok dengan maksud untuk dapat menyelesaikan beberapa tujuan.”

2. Menurut George R. Terry:
“Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang agar dengan suka rela bersedia mewujudkan kenyataan tujuan bersama.”

3. Menurut H. Goldhamer dan E. A. Shils:
“Kepemimpinan adalah tindakan prilaku yang dapa t mempengaruhi tingkah laku orang-orang lain yang dipimpinnya.”

Kepemimpinan ditandai oleh ciri-ciri kepribadian dimana didalam suatu situasi yang khusus mengambil peranan penting dalam usaha mencapai tujuan kelompok bersama-sama dengan anggota yang lain. Ciri-ciri ini secara fungsional berhubungan dengan pencapaian tujuan. Pemeliharaan serta memperkuat kelompok.

Dari beberapa perumusan yang berbeda-beda tersebut ternyata didalam setiap masalah kepemimpinan akan selalu terdapat adanya 3 unsur:
1. Unsur Manusia.
Yaitu manusia sebagai pemimpin atau yang dipimpin. Bagaimana hubungan antara itu didalam situasi kepemimpinan. Bagaiman sifat seorang pemimpin dan syarat-syarat kepemimpinan itu tanpa melupakan manusia itu sebagai manusia. Maka jelaslah dalam persoalan kepemimpinan disini seluruh pelaku dan pendukungnya adalah manusia dan manusia saja.
2. Unsur Sarana
Yaitu merupakan segala macam perinsip dan teknik kepemimpinan yang dipakai dalam pelaksanaannya. Termasuk bekal pengetahuan dan pengalaman yang menyangkut masalah manusia itu sendiri dan kelompok manusia. Dasar ilmu pengetahuan yang digunakan seperti Psikologi, Sosiologi, Manajemen, dan yang lainnya.
3. Unsur Tujuan
Yaitu merupakan sasaran akhir kearah mana kelompok manusia akan digerakkan untuk maksud tujuan tertentu.

ciri-ciri pemimpin  
Ciri-ciri kepemimpinan tidak terlepas  dari kepribadian manusia, Emori. S. Bogardu dalam bukunya “ Leader and Leadership” mengatakan bahwa  kepribadian manusia  dapat di bagi menjadi tiga macam, yaitu :
1. sifat  kepemimpianan  (Leadership)
2. Sifat Keikutan (Followership)
3. Unsur  pemimpin dan pengikut

Pemimpin yaitu, seseorang  yang  karena suatu sebab, diikuti oleh  kelompok manusia lainnya. Sebab-sebab itu dapat berupa : karena keturunan atau karena ia  mamiliki sifat-sifat tertentu, sehingga dijadikan  pemimpin.
Sifat-sifat pemimpin yang  menyebabkan ia dipilih sebagai pemimpin oleh suatu  kelompok, biasanya sangat berhubungan dengan tujuan-tujuan kegiatan kelompok, jenis-jenis kegiatan yang harus dipimpin, ciri-ciri anggota kelompok dan kondosi-kondisi yang terdapat disekitar kelompok tersebut.

Adapun cirri-ciri  pemimpin menurut para ahli dinamika kelompok adalah sebagai berikut :

1. Social Perception, yaitu kecakapan untuk melihat dan memahami perasaan-perasaan, sikap-sikap dan keperluan-keperluan angota kelompoknya, kecakapan itu sangat diperlukan untuk memenuhi tugas pemimpin.
2. Ability In Abstract Thingking, sebagai penyelidikan menunjukan bahwa para pemimpin kelompok itu mempunyai kecakapan untuk berfikir secara abstrak yang lebih tinggi dari pada anggota – anggota kelompok yang mereka pimpin.
Dalam seleksi opsir tentara inggris nyata bahwa taraf intelengensi yang tinggi merupakan criteria yang tepat sebagai pemimpin. Demikian pula berbagai-bagai penelitian  dalam bidang industri menyatakan bahaw kecerdasan umukm dan “ mental adaptability” adalah sifat-sifat  yang secara nyata dimiliki oleh pemimpin yang tepat.
3. Emotional Stability, mengenai hal ini telah  penelitian yang menghasilkan bahwa  keseimbangan perasaan (emotional) merupakan faktor penting dalam usaha kepemimpinan. Suatu penelitian tentara inggris yang diadakan  oleh  Harris menghasilkan bahwa Opsir yang baik, harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Wart of Felling, Spontannity of Ekspresion,  obyectivity of Social thingking, and Cooprativenessof Social thingking. 

B. Bentuk-bentuk pemimpin dan cara pemimpin

1. bentuk pemimpin
Max Weber menganalisa pemipimpin dari sudut sifat kejadiannya dan membagi pemimpin atas tiga tipe/ bentuk yaitu :
a. Pemimpin Charismatik, istilah ini dipergunakan mula-muloa oleh Max Weber,  pemimpin ini diangkat berdasarkan atas suatu kepercayaan bahwa pemimpin  itu dapat memberikan berkah karena “ tuah/ mantra ” nya, keselamatan untuk melindungi rakyat, karena dianggap memiliki ilmu gaib. Kepemimpinan semacam ini hanya terdapat dalam masyarakat yang primitive, tetapi justru pada masyarakat masih terdapat kepercayaan akan adanya  pemimpin-pemimpin yang dianggap mempunya “Charismatik” itu. Sukses dan  prestasi yang ciapai oleh seorang pemimpin  menimbulkan rasa kagum dan terpesona, sehingga timbul pikiran-pikiran yang mengatakan mustahil bila pemimpin itu tidak memiliki “ ilmu ghoib”, tokoh-tokoh pemimpin inilah yang akhirnya menjadi “ dictator”.
b. Pemimipin tradisional, pemimpin semacam ini  adalah  pemimpin atas dasar kebiasaan turun temurun/ tradisi. Misalnya pada zaman Veodal kedudukan Raja, Bupati, bahkan Lurah didesapun orang cenderung memilih turunan atau sanak famili dan pejabat lama.   Sistim ini tidakl memperhitungkan calon pemimpin, yang terpenting adalah melestarikan tradisi, dan pada umumnya, rakyat begitu yakin akan kebaikan  tradisi tersebut. Melangar tradisi berarti melenggar adapt sehingga jarang sekali rakyat biasa berani melanggar adapt  kebiasan itu.
c. Pemimipin Rational Legal, pemimpin seperti ini dipilih  berdasarkan  dua prinsip yaitu, rational dan legal. Rational, bila pengangkatan itu didasarkan atas landasan kecakapan, pengalaman, atau  pendidikan dari pemimpin tersebut. Legal, karena juga berlandaskan hokum,atau peraturan yang berlaku.dengan demikina dapat terjadi, seseorang yang diangkat jadi pemimpin  karena ditunjuk atau ditetapkan dari atas, dengan adanya  pertimbangan-petimbangan tersebut yaitu kecakapan, pengalaman pendidikan, jasa-jasa pertimbngan politis dsb. Misalnya, pemilihan pemimpin organisasi, jabatan-jabatan pemerintah dsb.

Tiga bentuk pemimpin tersebut tentu saja masing-masing mempunyai segi negative  dan segi positifnya.yang  jelas ialah  bahwa suatu “cara”  tidak hanya menetukan “ isi “. Sebab yang dianggap terpenting dari segi ini adalah bagaimana “ kualitas “ orang yang terpilih menjadi pemimpin itu.

Meskipun seseorang  memiliki persyaratan yang  memadai  untuk menjadi  pemimpin belum tentu memadai menjadi pemimpin karena factor “kesempatan”. Sebaliknya orang yang kurang memiloki persyaratan  untuk menjadi pemimpin karenba “adanya kesempatan”  maja jadilah ia seorang pemipin.  Ternyata factor  kesempatan juga memgang peranan yang penting.




2. cara memimpin
Menuriut eksperimen Lawin, LIPPIT dan White, bahwa cara kepemimpinan dan dibagi kedalam tiga macam, yaitu :
a. cara otoriter, yaitu pemimpin menentukan segala kegiatan kelompok otoriter,  ialah yang  memastikan apakah yang dilakukan kelompok. Disini anggota-anggota kelompok tidak diajak untuk turut menentukan langkah-langkah pelaksanaan atau perencanaan mengenai kegiatan-kegiatan anggota kelompok.
b. Cara demokratis, yaitu pemimpin disini mengajak anggota kelompok ikut serta dalam rancangan langkah-langkah pekerjaan. Penentuan itu secara musyawarah dan mufakat, pemimpin memberi nasihat kepada anggota kelompok dalam pekerjaannya, disamping itu juga memberi saran-saran mengenai bermacam-macam kemungkinan pelaksanaan pekerjaan yang dapat mereka pilih sendiri, dimana yang baik
c. Cara Laissez fairer, yaitu pemimpin menjalankan peranan  yang pasif, sebagai seseorang yang  hanya memantau saja. Ia menyerahkan segala penetuan tujuan  dan kegiatan kelompok kepada anggota-anggota sendiri. Pemimipin hanya menyerahkan bhan-bahan dan alt-alat yang dipelukan dalam pekerjaan kelompok itu. Ia tidak mengambil inisiatif apapun didalam kegiatan kelompok. Ia berdiri ditengh-tengah kelompok, tetapi tidak ada instruksi dan  berlaku sebagai penonton saja.

Adapun pemimpin yang akan sukses didalam tugasnya  apabila memperhatikan hal-hal berikut :
a. kesadaran diri, kesadaran seorang pemimpin terhadap dirinya dan terhadap golongannya akan menimbulkan kewibawaan yang kuat, baik untuk mengikat para pendengarnya, maupun untuk mempertaankan kebenaran yang disampaikannya.
b. kepemimpinan yang kuat, segala pekerjaan yang hebat dan mulia, memrlukan kemauan dan  keinginan yang kuat bagi pelaksanaanya,  suoaa pekerjan itu  dapat dilaksanakan dengan sempurna.
c. keyakinan yang teguh, jika tidak mungkin dapat meyakinkan  orang kalau kita sendiri tida yakin atau ragu-ragu akan kebenaran yang kita sampaikan pada orang lain.
d. persiapan yang sempurna, yaitu persiapan-persiapan pikiran, bahan-bahan, gaya bahasa, susunan acara dan tekanan intinasinya.
e. latihan yang cukup, artinya pelatihan dan membiasakan diri. Semua teori tidak ada gunanya kalu tidak dibawa  dalam praktek.

C. hubungan pemimpin dengan masa
Pada umumnya tugas pemimpin adalah mengushakan agar  kelompok yang dipimpinnya dapat merealisai tujuannya dengan sebaik-baiknya dalam kerjasama yang produktif oleh karena anggota-anggota  kelompok itu, walaupun mempunya tujuan yang sama, namun mereka berbeda-beda penglihatannya mengenai keadaan-keadaan kelompok dan mengenai tugasnya masing-masing.

Maka pemimpin harus dapat mengintegrasikan  pandangan-pandangan  anggota kelompok tersebut.  Baik mengenai situasi didalam maupun diluar kelompok, sehingga dapat diterima semua anggota kelompok yang bersangkutan.
                                                  
            Selain itu  harus dapat mengawasi tingkah laku dari anggota kelompok berdasarkan kesepakatan bersama yang telah ia rumuskan itu. Selanjutnya harus dapat menyadari dan  merasakan keperluan, keinginan-keinginan, dan cita-cita anggota kelompoknya. Sertta mewakili didalam maupun keluar kelompoknya.

            Floyed Roch merumuskan tiga tugas tersebut diatas sebagai berikut :
1. Structing the situation ( Memberi struktur ynag jelas pada situasi-situasi tertentu )
Tugas pertama seorang pemimpin ialah  memberi srtuktur yang jelas dari  stuasi-situasi yang rumit dihadapi oleh kelompok. Dalam hal ini harus dapat menafsirkan   dan menjelaskan situasi yang sulit itu. Sehingga dapat mencapai tujuan dari keseluruhan kelompok.

Apabila anggota-anggota  kelompok tersebut telah dapat menerima interprestasi dari pimpinannya mengenai situasi yang sulit itu,  maka ia akn mempunya sesuatu “ Frame Of Reference “ yaitu suatu kerangka pedoman-pedoman  yang tegas dan  dapat menetukan tindakan-tindakan yang harus dilaksankan untuk mengatasi situasi tersebut.

2. Controling Groug Behavior ( Mengawasi tingkah laku kelompok )
Pemimpin  harus dapat mengawasi  tingkah laku individu yang tidak selaras  dan yang terang-terangan menyeleweng. Dalam suatu  kelompok yang demokratis pemimpin  berusaha terus untuk menepati peraturan-peraturan  yang sudah dibuat oleh kelompok. Dengan menggunakan system penghargaan dan  hukuman

3. Spokesman  Of  the Group ( Pembicaraan dari kelompok )
Pemimpin harus menjadi Spokesman dari kelompok (Speking for the Group).  Pemimpin harus dapat merasakan dan menrengkan keperluan-keperluan  kelompok. Baik mengenai sikap-sikap kelompok maupun mengenai penghargaan-penghargaan, tujuan-tujuan dan kekhawatiran-kekhawatiran kelompok. Untuk dapat menjadi “ Spokesman “ dari kelompok ini pamimpin harus dapat menafsirkan sendiri dimana letaknya keperluan-keperluan kelompok  secara tepat.

Adapun sifat-sifat pemimpin adalah sebagai berikut :
1. CAKAP, disini cakap dalam pengertian yang luas bukan saja ahli/ skill, atau kemahiran teknik dalam suatu bidang tertentu. Tetapi   hal-hal yang bersifat abstrak, insiatif, konsepsi, perencanaan, dsb. Seorang pemimpin  harus mempunya ketajaman perfikir  yang kritis dan rasional.
2. KEPERCAYAAN, menurut Le Ban, seorang pemimpin harus memiliki keyakinan yang kuat, percaya akan kebenaran tujuannya, percaya akan kemampunannya (pada diri sendiri). Sebaliknya ia harus mendapatkan kepercayaan dari pengikutnya. Kepercayan merupak syarat adanya wibawa pemimpin terhadap anggota-anggotanya.
3. RASA TANGGUNG JAWAB,  sifat ini penting sekali, sebab jika seorang pemimipin tidak mempunya rasa tanggung jawab ia akan mudah bertindak sewenang-wenang terhadap kelompoknya.
4. BERANI, dalam arti kerena benar dan karena perhitungan. Lebih-lebih  dalamn saat-saat kritis dan yang menentukan, pemimipin harus tegas berani mengambil keputusan dengan konsekuen dan tidak boleh ragu-ragu.
5. TANGKAS dan ULET, seorang pemimpin harus dapat bertindak cepat dan tepat. Ia harus tangkas dalam bertindak lebih-lebih jika menghadapi masalah yang rumit. Kegagalan tidak boleh menjadikan ia sifat bosan dan cepat putus asa, tetapi sebaliknya ia harus ghigih dan ulet.
6. BERPANDANGAN JAUH, pemikiran seorang pemimpin harus luas. Ia berpandangan jauh kedepan, harus dapat membedakan mana das sain,   mana das sollen. Terutama dalam merumuskan strategi atau menggariskan suatu taktis, hal ini adalah sangat penting.

D. FUNGSI KEPEMIMPINAN
Adapun fungsi kepemimpnan adalah banyak dan berfariasi tergantung dari program pokok yang akan dicapai oleh kelompok itu.
Reven dan Rubin menyebutkan empat fungsi pemimpin yaitu :
1. membantu menetapkan tujuan kelompok,  pemimpin adalah membuat Policy (policy Marker) membantu kelompok didalam menetapkan  tujuan
2. Memelihara kelompok, Selama perjalanan kegiatan  kelompok, tidak dapat diletakan terjadi ketidak cocokan diantara anggota yang sering diikuti ketegangan permusuhan. Pemimpin diharapkan dapat meredakan ketegangan, perbedaan; pendapat, dansecara umum menjaga, keharmonisan kelompok.
3. menjadi lambang unuk indentifikasi, anggota kelomppok suatu ketika memrlukan lambang dimana mereka dapat mengidentifikasikan dirinya seperti, misalnya bendera, selogan atau symbol-simbol yang lain, misalnya untuk gerak jalan dsb. Pemimpin itu sendiri akadang-kadang juga menjadi lambang   dari kelompoknya. Dengan mengidentifikasikan dirinya dan pemimpinnya duharapkan dapat dijaga kesatuan kelompok.
4. mewakili kelompok terhadap kelompok yang lain. Pemimpin mewakili kelompok dalam hubungannya dengan kelompok  atau dengan orang lain, ia diharapkan dapat memcahkan masalah dan ketegangan-ketegangan diantara kelompok dan membantu kerja kelompok dengan kelompok lain terhadap tujuan umum

Sumber : 
1. Diktat Kuliah 2008


0 komentar:

Poskan Komentar

Tolong berikan komentar ya?, Berkomentarlah yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More